Wanita Seperti Bidadari
Clak...clak...clak suara hujan terdengar dari atas genteng yang menemani lelahku dimalam hari, angin sayup sayup terdengar seakan mengobati luka di tanganku bekas goresan pisau pemotong kue, kulihat cahaya bulan disela jendela kamar nampak bayangan wajah wanita sedang tersenyum, lama ku pandangi langit itu, mulutku mulai meluap luap, rasanya ingin segera memejamkan mata, karena siang hari waktuku habis dipakai untuk membuat sebuah kerajinan rumah dari kayu untuk memenuhi syarat mengikuti Ujian Nasional di sekolah. Setelah tertatih dari bayangan langit itu rasanya kasur yang empuk ingin cepat aku tiduri.
Sebelum tidur aku ke air dahulu untuk kencing, ketika melewati tangga, lampu padam seketika mengagetkanku, perlahan aku turun kebawah sembari menyalakan lilin. Dekat pintu air baju berwarna putih mengagetkanku sehingga saya terjatuh.
Aku bertemu wanita yang tinggi, putih, dan cantik dengan sayap dipunggungnya. Dengan asyik wanita itu bermain air, kakiku gemetar melihat kecantikannya dan membuat tiang dihadapanku dipeluk erat, tidak terasa waktu berjalan begitu lama, ternyata tiang yang kupeluk itu banyak ulatnya sehingga suara jeritanku mengetahuinya, tetapi dia malah melambaikan tangan kepadaku, aku hanya diam mematung dan membisu, beberapa kali wanita itu melambaikan tangannya, akhirnya kugerakan kaki selangkah demi selangkah, setelah berhadapan dengannya semua anggota tubuh bergetar dan rasanya mau mati, dia mengangkat tangannya membawa air kemudian menyiramku sehingga menjadi basah kuyup dan mengatakan.....
(bangun.... bangun.... bangun.... )
ternyata suara ibu membangunkanku,
Ibu: kenapa kamu tidur dekat pintu air, cepet bangun sekarang Jadwal Ujian Nasional.
Nice
BalasHapus